aturan kedisiplinan sekolah

January 7, 2011 by   - dibaca 1,949 kali
Filed under Umum

 
 

2 Comments

« Ayo, Bermain Sambil Belajar!

10 Cara Untuk Mengembangkan Komunikasi dengan Anak »

MEMBUAT ATURAN KEDISIPLINAN SISWA

06/03/2010 oleh mutiaraendah

Dalam menerapkan aturan kedisiplinan sekolah terkadang kita kurang mendeskripsikan secara rinci maksud dan prosedur yang berlaku. Siswa sebagai objek hanya diminta untuk menaati dan mengikuti aturan tersebut tanpa mengetahui perilaku apa saja yang diharapkan oleh sekolah dan konsekuensiapa yang menanti bila mereka melanggarnya. Saya mencoba untuk berbagi informasi tentang aturan kedisiplinan yang mungkin bisa diterapkan di lingkungan sekolah anda.

Kami seluruh komunitas dari sekolah… menjunjung tinggi tata tertib perilaku yang ada di lingkungan sekolah dengan tujuan:

  • Menciptakan lingkungan yang peduli terhadap rasa aman bagi siswa dalam proses belajar mengajar,
  • Mempersiapkan siswa agar dapat sukses dalam akademik dan sosialisasi di masyarakat,
  • Mengembangkan potensi siswa secara optimal dalam lingkungan yang nyaman,

Oleh karena itu kami menetapkan perilaku siswa sebagai berikut:

  • Siswa diharapkan berada di sekolah untuk belajar setiap hari,
  • Siswa diharapkan dapat menunjukkan perilaku yang sesuai dengan budaya sekolah dan bertanggung jawab setiap waktu,
  • Siswa diharapkan dapat menunjukkan kualitas dan kebanggaan terhadap hasil akademiknya serta kegiatan lain di sekolah,
  • Siswa diharapkan menahan diri untuk tidak mengganggu kesempatan belajar dari siswa lainnya,
  • Siswa diharapkan dapat berperan dalam menjaga lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman dengan cara menghargai diri sendiri/orang lain, memelihara properti pribadi/sekolah, aturan dan mekanisme sekolah.

Selain itu seluruh staf sekolah diharapkan memberikan lingkungan belajar yang adil dan kesamaan penerapan aturan serta prosedur tanpa membedakan suku, agama, warna kulit, ras, gender, bangsa, status sosial, umur, latar belakang keluarga, keyakinan politik dll.

Bagi orang tua/wali diharapkan mendukung proses belajar siswa dengan menjaga lingkungan belajar yang positif, teratur, aman serta aktif memberikan dukungan terhadap program sekolah ataupun program individu siswa.

Semua siswa yang berada di lingkungan/jemputan/kegiatan sekolah maka mereka berada dalam pengawasan kepala sekolah/staf sekolah yang bertugas. Oleh karenanya setiap kejadian yang berlangsung pada saat itu menjadi perhatian khusus dan dapat dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

Guru dan staf sekolah yang bertanggung jawab terhadap penanganan kedisiplinan perilaku siswa memiliki kewenangan untuk:

  • Menjaga kestabilan pelaksanaan aturan perilaku siswa di kelas,
  • Menjalankan secara konsisten dan komitmen tinggi terhadap konsekuensi pelanggaran kedisiplinan perilaku,
  • Mengeluarkan siswa dari kelas apabila mereka melakukan kekerasan, kejahatan, perilaku tak terkontrol (merusak) untuk mengikuti program perbaikan perilaku,
  • Memberikan penguatan terhadap kedisiplinan perilaku siswa di sekolah/jemputan/kegiatan belajar kepada siswa,
  • Meminta bantuan terhadap profesi lain dalam hal penanganan perilaku siswa yang bermasalah,
  • Mencatat semua peristiwa pelanggaran kedisiplinan perilaku yang terjadi dan melaporkan kepada kepala sekolah/orang tua/wali,
  • Meningkatkan kemampuan manajemen penanganan siswa seperti penanganan konflik, pencegahan perilaku kekerasan pada siswa, hambatan emosi, dll.

Setiap pelanggaran akan menerima konsekuensi formal/informal berdasarkan system penanganan siswa yang dibuat oleh sekolah, berupa:

  • Pemanggilan siswa untuk diajak berdiskusi secara langsung oleh guru yang berwenang/orang tua/wali untuk menyelesaikan permasalahan siswa. Sekolah pun berhak untuk mendatangkan staf ahli yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut,
  • Peringatan tertulis kepada siswa dan orang tua dari guru/kepala sekolah,
  • Pemberian tugas kelas yang dilakukan oleh siswa selama jam sekolah atau dipindahkan ke kelas lain untuk mengerjakan tugas tertentu di bawah pengawasan petugas sekolah,
  • Siswa mendapatkan hukuman dari pihak sekolah sedikitnya satu jam. Hukuman diberikan setelah sekolah memberitahukan kepada orang tua sehari sebelumnya dan atau berdasarkan permohonan orang tua. Pemberian hukuman kepada siswa dilakukan di bawah supervisi petugas yang berwenang.
  • Sekolah berhak mengambil hak siswa untuk mengikuti kegiatan field trip, renang, ekstrakurikuler, kegiatan social sekolah ataupun kegiatan lain yang diikuti oleh siswa tersebut.
  • Siswa didaftarkan untuk mengikuti kegiatan Komunitas Perilaku Posistif bersama psikolog/terapis/dokter/ yang direkomendasikan oleh sekolah.
  • Bagi siswa yang memiliki hambatan/kekurangan fisik maka akan mendapatkan penyesuaian dalam hukuman dan prosedur sesuai dengan kondisinya.
  • Pemberian skorsing < dari 10 hari ataupun mengembalikan siswa kepada orang tua dilaksanakan apabila siswa yang melakukan tindakan pelanggaran tata tertib tidak bisa ditangani oleh pihak sekolah/membahayakan keamanan & kenyamanan lingkungan sekolah/keadaan darurat.

Perilaku yang termasuk ke dalam bentuk pelanggaran kedisiplinan sekolah adalah:

  • Keterlambatan datang ke sekolah/kelas,
  • Mengumpulkan tugas ataupun mengembalikan peralatan tidak tepat waktu,
  • Memiliki/menggunakan rokok di lingkungan sekolah,
  • Berbuat curang atau mencontek,
  • Menggunakan property sekolah tanpa ijin,
  • Meninggalkan kelas/kegiatan belajar tanpa ijin,
  • Menggunakan baju seragam yang tidak sesuai atau pakaian yang tidak sopan,
  • Kekerasan fisik, verbal ataupun non verbal,
  • Membawa mainan, telephone genggam, audio/video players, majalah ataupun peralatan lainnya yang dapat mengganggu proses belajar di sekolah. Bagi siswa SD dan SMP yang akan membawa peralatan tersebut maka harus membuat surat permohonan dan mendapatkan ijin dari petugas sekolah, sedangkan untuk SMA diperkenankan menggunakannya setelah pulang sekolah.

Perilaku yang memerlukan penanganan khusus dan tidak mendapatkan toleransi adalah:

  • Perilaku yang mengganggu atau menghalangi keteraturan proses belajar mengajar,
  • Merusak property sekolah dengan sengaja,
  • Tidak menghormati/menghargai staf sekolah yang sedang bertugas sehingga mengganggu proses belajar siswa lainnya,
  • Mengganggu atau mengintimidasi personil sekolah dengan mengancam atau menyerang dengan kekerasan/menciptakan susasana lingkungan yang menegangkan,
  • Mengganggu atau mengintimidasi siswa lain dengan mengancam atau menyerang atau kekerasan,
  • Perilaku yang tidak pantas seperti berkelahi di lingkungan sekolah/kegiatan sekolah/jemputan,
  • Mengulangi perilaku yang salah,
  • Mengikuti atau berpartisipasi dalam organisasi rahasia,
  • Memiliki/menggunakan/menjual barang narkotika atau minuman keras,
  • Memalak, mencuri, membunuh, menculik, berjudi,
  • Membawa dan menggunakan senjata tajam yang membahayakan keselamatan jiwa orang lain,
  • Melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah atau luar sekolah,

Siswa yang terindikasi melakukan pelanggaran seperti di atas maka sekolah berhak berkerja sama dengan aparat hukum untuk memberikan tindakan penanganan selanjutnya.

Sumber dari LEON COUNTY SCHOOL

2 Responses to “aturan kedisiplinan sekolah”

  1. i can agree with the article

  2. That rules really would help to create a good student.

Leave a Reply

 
Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan
bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.